Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik FAI UISU Tahun Akademik 2025/2026 di Kabupaten Deli Serdang

Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik FAI UISU Tahun Akademik 2025/2026 di Kabupaten Deli Serdang

Deli Serdang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Deli Serdang. Program KKN tahun ini menempatkan mahasiswa pada 12 desa yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pelepasan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam UISU, pemerintah daerah, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Momen tersebut menjadi awal pengabdian mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Agama Islam UISU, Assoc. Prof. Dr. Abu Bakar, S.HI., M.A., didampingi Wakil Dekan Bidang KAK, Zainidah Siagian, M.Pd., serta Wakil Dekan Bidang STK,  Dra. Hj. Tuti Alawiyah, M.A. Hadir pula sejumlah dosen FAI UISU yang memberikan dukungan dan motivasi kepada mahasiswa sebelum diberangkatkan menuju lokasi pengabdian.

Dalam arahannya, Dekan FAI UISU menyampaikan bahwa KKN Tematik merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pengalaman nyata di masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan nilai-nilai keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan kehidupan sosial yang harmonis.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Mahasiswa diminta untuk menjunjung tinggi etika, disiplin, tanggung jawab, serta mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa maupun seluruh elemen masyarakat sehingga setiap program kerja dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata.

Pelaksanaan KKN Tematik di 12 desa di Kabupaten Deli Serdang diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, pemecahan masalah, dan pengabdian berbasis keilmuan. Berbagai program yang dirancang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat sehingga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FAI UISU kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan seluruh mahasiswa peserta KKN Tematik Tahun Akademik 2025/2026 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi representasi terbaik Universitas Islam Sumatera Utara dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.

Dokumentasi dan informasi lebih lanjut:
Website: www.faiuisu.ac.id
Email: [email protected]
Instagram: @faiuisu_official
Facebook : Fai Uisu

 

Dosen FAI UISU Aktif Mengikuti Pendampingan Penulisan Proposal Penelitian BRIN

Dosen FAI UISU Aktif Mengikuti Pendampingan Penulisan Proposal Penelitian BRIN

Medan, 6 Juli 2026 – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penelitian dengan mengikuti kegiatan Pendampingan Penulisan Proposal Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif dan sesuai dengan standar pendanaan riset nasional.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UISU, dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Rektor ADI. Prof. Dr. Marzuki, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, dosen harus terus meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kegiatan pendampingan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Nungki Indrianti, Koordinator Pelaksana Fungsi Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, serta Dr. Evi Susilawati, M.Pd., Ketua Lembaga Penelitian UISU. Kedua narasumber memberikan pemaparan komprehensif mengenai mekanisme penyusunan proposal penelitian, strategi menyusun ide riset yang relevan dengan prioritas nasional, teknik penulisan yang sesuai dengan panduan BRIN, hingga kiat meningkatkan peluang proposal memperoleh pendanaan.

Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya kebaruan, urgensi penelitian, metode yang tepat, luaran penelitian, serta kesesuaian proposal dengan fokus riset nasional. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai kendala yang sering dihadapi dalam proses penyusunan proposal penelitian.

Partisipasi aktif dosen FAI UISU dalam kegiatan ini mencerminkan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan produktivitas penelitian. Kehadiran para dosen pada forum tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai tata kelola penelitian yang berkualitas dan menghasilkan proposal yang mampu bersaing dalam skema pendanaan BRIN.

Melalui kegiatan pendampingan ini, FAI UISU juga semakin mempertegas komitmennya dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Peningkatan kualitas proposal penelitian diharapkan tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah hibah penelitian yang diperoleh dosen, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta pembangunan nasional.

Keikutsertaan dosen FAI UISU dalam program pendampingan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem riset yang lebih produktif, kolaboratif, dan berdaya saing. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut, para dosen diharapkan semakin siap menyusun proposal penelitian yang unggul, memenuhi standar BRIN, serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di Indonesia.

Dokumentasi dan informasi lebih lanjut:
Website: www.faiuisu.ac.id
Email: [email protected]
Instagram: @faiuisu_official
Facebook : Fai Uisu

 

FAI UISU Gelar Seminar Nasional “Mengatasi Trauma dan Kesedihan dalam Perspektif Islam”, Dorong Generasi Muda Bangkit dengan Nilai Spiritual

FAI UISU Gelar Seminar Nasional “Mengatasi Trauma dan Kesedihan dalam Perspektif Islam”, Dorong Generasi Muda Bangkit dengan Nilai Spiritual

Medan, 24 Juni 2026 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI UISU) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Mengatasi Trauma dan Kesedihan dalam Perspektif Islam”. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan di Auditorium UISU Lantai 3 dan diikuti oleh mahasiswa, sivitas akademika, serta peserta umum yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental dan penguatan nilai-nilai keislaman. Seminar nasional ini mengangkat tema “Bimbingan Konseling Berbasis Nilai-Nilai Islam untuk Generasi Muda” sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan psikologis yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, FAI UISU berupaya menghadirkan ruang edukasi yang mengintegrasikan pendekatan keilmuan, psikologi, dan nilai spiritual Islam dalam menghadapi berbagai bentuk tekanan emosional, trauma, serta kesedihan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Raudatus Shafa M. Kaism, M.Psi, seorang akademisi dan praktisi di bidang psikologi, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya pemahaman terhadap kondisi psikologis seseorang serta bagaimana pendekatan Islam dapat menjadi salah satu metode dalam proses pemulihan diri. Dalam perspektif Islam, kondisi sulit seperti trauma, kehilangan, dan kesedihan bukan hanya dipahami sebagai persoalan psikologis, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan kehidupan manusia yang membutuhkan penguatan spiritual, kesabaran, serta kedekatan kepada Allah SWT. Melalui seminar ini, peserta diberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai keislaman dapat menjadi sumber kekuatan dalam membangun ketahanan mental dan emosional.

Dekan Fakultas Agama Islam UISU, Assoc. Prof. Dr. Abu Bakar, S.H.I., M.A., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan seminar nasional ini. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengembangkan aspek akademik, tetapi juga memberikan kontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. “Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya FAI UISU dalam menghadirkan pendidikan yang holistik. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan intelektual, tetapi juga nilai spiritual dan kepedulian sosial agar mampu menjadi generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Ketua Umum HMPS PAI UISU, Fikri Hanggara, selaku penggerak kegiatan, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan positif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, isu kesehatan mental menjadi perhatian penting karena banyak generasi muda menghadapi tekanan akademik, sosial, dan kehidupan pribadi yang membutuhkan pendampingan yang tepat. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman baru bahwa dalam menghadapi trauma dan kesedihan, Islam memiliki pendekatan yang penuh kasih sayang, keseimbangan, dan memberikan harapan bagi setiap manusia,” ujarnya.

Seminar nasional ini juga menjadi wadah interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, dan peserta umum melalui diskusi serta penyampaian gagasan terkait pentingnya layanan bimbingan konseling berbasis nilai Islam. Pendekatan tersebut dinilai relevan dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki ketahanan mental sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan. Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, FAI UISU menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam yang aktif menghadirkan kontribusi akademik dan sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat luas untuk terus membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, memperkuat nilai spiritual, serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan optimisme dan keimanan.

Seminar nasional ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik, organisasi mahasiswa, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan edukatif yang memberikan dampak positif bagi pengembangan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing.

Dokumentasi dan informasi lebih lanjut:
Website: www.faiuisu.ac.id
Email: [email protected]
Instagram: @faiuisu_official
Facebook : Fai Uisu